The Beatles dan Steve Jobs berasal dari dunia yang berbeda. The Beatles dikenal sebagai kelompok grup musik. Sukses merestorasi wajah industri musik. Sedangkan Steve Jobs dikenal sebagai satu diantara tokoh penting. Dalam transformasi dan perkembangan teknologi modern. Namun jika dilihat dari perspektif kreativitas, keduanya memiliki pemikiran yang linier. Tepatnya saat mengkonstruksi sebuah karya. Yang memiliki pengaruh dan menciptakan perubahan besar.
Dalam perspektif The Beatles, keberhasilan tidak hanya lahir dari kemampuan individu, tetapi juga dari kerja sama tim. John Lennon, Paul McCartney, George Harrison, dan Ringo Starr memiliki karakter dan kemampuan yang berbeda. Perbedaan tersebut justru menjadi kekuatan yang menghasilkan mahakarya. Mereka menegaskan, kolaborasi dapat melahirkan sesuatu yang lebih besar daripada kemampuan individu.
Pemikiran Steve Jobs juga menempatkan kreativitas dan kolaborasi, pada bagian penting dalam membangun produk. Hal ini menjadi cerminan, atas berhasilnya kolaborasi personel The Beatles. Dalam model bisnis teknologi, inovasi tidak cukup hanya mengandalkan kemampuan personal. Produk harus mampu memahami kebutuhan manusia, memiliki desain yang kuat, serta memberikan pengalaman yang eksperimental. Perspektif inilah yang kemudian menjadi satu diantara karakter penting dalam pendekatan Jobs terhadap pengembangan produk Apple.
Hubungan antara The Beatles dan Steve Jobs dapat dilihat dari gagasan yang linier. Bahwa kreativitas membutuhkan kombinasi berbagai kemampuan. Musik, desain, teknologi, pemasaran, dan pengalaman pengguna. Dapat dipadukan untuk menciptakan nilai baru. Model bisnis teknologi pada akhirnya bukan sekadar menjual perangkat. Akan tetapi membangun ekosistem dan pengalaman.

