Skip to content
Long Live Our News
Menu
  • MUSIKPOLIS
  • URBANPOLIS
  • HANGOVER DEMOCRACY
  • INFOGRAFIS
Menu
Header image

HUJAN BUATAN, SALAT HUJAN

Posted on September 12, 2026September 12, 2026 by Metamusika Newsroom

El Nino Tidak Menimbulkan Api, Tetapi Api Tetap Membutuhkan Pemicu

El Nino menjadi kambing hitam yang paling hitam. Terutama Kemenhut. Menyudutkan El Nino, sebagai biang penyebab Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla). Karhutla semakin mencekam, merambah hingga wilayah konsensi. Mirisnya proses mitigasi acapkali fokus pada pemadaman. Namun lemah pada pencegahan.

Pelbagai pakar juga telah memberikan penegasan. Bahwa aktivitas manusia, yang menjadi dominasi penyebab Karhutla. El Nino, sebatas penunjang dalam penyebaran titik kebakaran. Praktik pembukaan lahan dengan cara “tebas bakar”,  masih menjadi primadona. Metode alternatif yang dinilai super efesien tersebut. Dibaliknya memboyong dampak yang begitu rawan dalam hal penyebaran titik kebakaran.

Butuh kolaborasi besar, dalam memadamkan Karhutla. Adapun bentuk partisipasi yang berperan melalui jalan religius. Mengalami musibah, memang waktu yang tepat bersandar pada Tuhan. Jika Tuhan berkehendak, maka akan menginstruksikan malaikat untuk menurunkan hujan. Di Jakarta pada 31 Agustus ’26, kemarin. Ribuan orang melakukan salat berjamaah meminta hujan. Salat Istiqa’. Digelar di halaman masjid Al-Azhar, Jakarta.

Mungkin pertolongan Tuhan bukan menjadi yang sakral di Tiongkok. Karena problem kekeringan yang berkepanjangan, Tiongkok berharap pada diri sendiri. Murni dari arahan ilmuwan, yang menjadi program pemerintah. Tiongkok menjadi negara yang sering, membuat hujan buatan. Negeri Tirai Bambu itu, berupaya mengubah lahan yang tandus. Menjadi kawasan produktif untuk pertanian dan perkebunan.

Bahkan keberhasilan Tiongkok dalam merekayasa cuaca. Dipamerkan saat gelaran Olimpiade Beijing 2008 lalu. Bukan hanya pandai membuat hujan. Tiongkok juga lihai dalam menjinakkan cuaca. Hal tersebut sukses dilakukan sepanjang Olimpiade Beijing berlangsung.

Walaupun semboyannya “God Bless America“, rupanya Amerika juga tidak bergantung pada “God-nya”. Perihal meminta hujan. Amerika menaruh harapan besar pada Vincent J. Schaefer dan Irving Langmuir. Bagi ilmuwan, hujan tidak turun dari langit. Karena benih – benih hujan, tidak timbul dari langit. Ilmuwan secara konsisten menganalisis kapan hujan, seberapa tingkat lebatnya hujan, dan di mana hujan akan turun.

Perkembangan ilmu dan teknologi yang semakin cepat. Hujan buatan juga kian masif diturunkan. Perak dan yodium, menjadi bahan mujarab dalam menurunkan hujan. Negara-negara besar dan tangguh, dapat mengelola bahan tersebut menjadi hujan. Indonesia memiliki tambang perak, tapi yodiumnya harus impor dari Jepang atau Chili. Air laut memang asin, tapi kadar yodiumnya ringan.

United Emirat Arab (UEA) , tidak memiliki tambang perak dan yodium. Tapi bisa menurunkan hujan. Tergolong pula, menjadi negara yang sering menurunkan hujan buatan. Meski UEA memiliki Tuhan yang sama dengan Indonesia. Tapi mereka lebih punya uang. Hujan buatan membuat UEA optimis, merubah padang pasir menjadi lahan perkebunan.

Bukan karena tidak memiliki tambang yodium, Indonesia tidak bisa menurunkan hujan buatan. Indonesia sangat bisa, jika menangani karhutla menjadi skala prioritas. Membuat hujan buatan, dapat menelan anggaran 2 triliun rupiah. Hanya meliburkan dapur SPPG se-Indonesia selama kurang lebih separuh bulan. Namun apa daya, Istana Negara lebih memilih kucing daripada kecebong. Kucing takut air, sedangkan katak riang sekali saat hujan turun. Terkadang rindu suara katak yang bernyanyi di pelataran Istana Negara. Dikala musim hujan tiba.


Category: HANGOVER DEMOCRACY

Navigasi pos

← ROGER WATERS OPTIMIS MENGISI PERAN PRODUSER EKSEKUTIF FILM DOKUMENTER PERJUANGAN PALESTINA

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru

  • HUJAN BUATAN, SALAT HUJAN
  • ROGER WATERS OPTIMIS MENGISI PERAN PRODUSER EKSEKUTIF FILM DOKUMENTER PERJUANGAN PALESTINA
  • KOLABORASI MEGAH BSI DREAM DESIRE FEST 2026 DENGAN JOYO MANDIRI MEET UP 2026, HADIRKAN SINERGI KONSER MUSIK, OTOMOTIF, DAN WELLNES
  • ANTAKARA WENING SULUT API PERJUANGAN DALAM MENGEMBALIKAN ENERGI POP-FOLK
  • BALUTAN RITME POST-PUNK, TERASA MENGGAIRAHKAN DALAM DEBUT EP VOLLEY

Ringan Dibaca dan Perlu !

Berita Pilihan Redaksi Metamusika kini hadir di whatsapp Anda. Ikuti saluran Metamusika Newsroom

TEMUKAN PERSPEKTIF TERBAIKMU DI SINI !

Hanya di Musikpolis, sajian berita up to date seputar musik dan ekosistemnya | Jangan ketinggalan dapatkan informasi tentang budaya, teknologi, pendidikan, beserta perkembangan pola hidup hanya di Urabpolis | Bentuk dan tumbuhkan jiwa National Pride kalian bersama Hangover Damocaray

© 2026 Long Live Our News | Powered by Minimalist Blog WordPress Theme