Mulai Dari Era Gerilya Hingga Distribusi Secara Digital
Pengalaman dan lika – likunya perjalanan band rock lawas asal Kota Pahlawan, LGCB, menjadi modal yang sangat mendasar untuk para personel. Transformasi dari “Let’s Go C’mon Baby” menjadi LGCB, juga menjadi momentum penentuan identitas band tersebut. Dua dekade dinamikan yang telah dilalui, diakhiri dengan tahap restorasi. Dengan merilis album perdana yang lama tertunda. Memuat sembilan tembang, “Engine #5” dipilih menjadi tembang lokomotif dalam album ini.
Kembali aktifnya LGCB tetap mempertahankan energinya sebagai band Suroboyo-an. Mengimpkementasikan unsur ugal – ugalan, liar, dan bersenang – senang. Dari segi musikalitas nuanda rock oldschool menjadi sominasi. Dipadukan dengan sentuhan vintage, punk rock, dan blues. Terdengar sangat kompeten dan terasa kompleks. Ditunjang dengan penulisan lirik yang sedrhana, lugas, dan cenderung santai. (red)
