Bukannya Keberhasilan Amerika Serikat Menculik Maduro Menjadi Headline, Tetapi Setiap Kejutan Zohran di New York City
Simpati dan dukungan terus bertumpu dipundak Zohran Mamdani. Gelombang optimistisme itu mengalir hampir dari seluruh warga New York City (NYC). Belum genap tiga puluh hari pasca pelantikannya. Si Walikota sosialis itu, tancap gas memberikan pelbagai kebijakan yang mengejutkan. Satu diantaranya mengangkat beberapa pejabat publik, yang dinilainya ideal. Cea Weaver, ahli perencanaan tata wilayah kota. Diangkat Zohran menjadi kepala Dinas Perlindungan Tenant. Wanita kulit putih dan berambut pirang tersebut, bertugas melindungi hak – hak perlindungan penyewa apartemen. Tentu kedinasan ini, menjadi lokomotif program unggulan Zohran. Pembekuan tarif sewa apartemen, haram hukumnya jika terus naik setiap tahunnya.
Upaya meritokrasi Zohran semakin tak terbendung. Ia tunjuk Julie Ann Su, sebagai Dinas Keadilan Ekonomi. Nama Su sudah dikenal publik di Amerika Serikat. Wanita Tionghoa itu, pernah menjadi sebagai Wakil Menteri Tenaga Kerja era Joe Biden. Su tidak memandang jabatan ataupun fasilitasnya. Ia terus berjuang merealisasikan keadilan ekonomi di Amerika. Minimal di New York City. Su ditugaskan Zohran untuk memberantas sindikat perusahaan yang hoby ngibuli customer. Melalui biaya – biaya tak terduga, dengan tidak memberitahukan diawal sebelum proses transaksi. Menurut Mamdani, praktik ini harus diberantas.
Dalam segi pengembangan ekonomi kreatif, ia juga mengangkat pejabat publik yang (menurutnya) kompeten. Rafael Espinal ditunjuk Zohran menakhodai bidang ekonomi kreatif. Tentunya ini merupakan bahtera yang besar. Banyak penumpang yang diurus dan dilindungi. Pasalnya NYC terkenal dengan warganya yang cenderung memilih menjadi pekerja kreatif. Kerja mandiri, tanpa memiliki juragan. Rafael Espinal memiliki kemampuan yang ideal dalam urusan ini. Perannya yang juga sebagai presiden serikat buruh bebas, menjadi catatan dalam mengisi jabatan ini. Kembali pada program unggulannya, Zohran berharap NYC menjadi kota tinggal yang ramah bagi para pekerja kreatif.
Praktik kapitalis akut, dalam bisnis digital juga diperangi Zohran. Ini bukan perkara meritokrasi, Zohran sendiri yang turun tangan. Ia mengumpulkan para driver ojek online. Ia membuat keputusan drastis, memerangi pungutan tersembunyi. Ia memperkarakan regulasi Aplikasi Motoklick (mirip GO-JEK). Juan Pablo, sebagai CEO aplikasi tersebut. Dituduh Zohran telah melakukan praktik culas. Ia mengambil sebagian hak dari para driver. Melakukan potongan uang tip secara langsung. Para driver juga dipersulit untuk menerima informasi soal hak – hak yang harus diterima. Zohran akan menangguhkan izin Motoklick di NYC.
Melihat kiprah Zohran dalam menegakkan meritokrasi. Perlu menjadi catatan bagi lembaga survei politik di Indonesia. Sebelum menggulirkan indikator survei kepuasan masyarakat. Perlu disajikan pembahasan meritokrasi untuk responden. Memang kepuasan publik selalu tinggi, dalam ranah program BLT. Padahal hal yang peling mendasar merupakan peroleh hak. Oleh sebab itu, meritokrasi menjadi medium utama dalam menyalurkan hak. Sejatinya meritokrasi bisa berlangsung dimanapun dan kapanpun. Buktinya di tengah – tengah hutan beton, meritokrasi mulai tumbuh. Padahal sebelumnya NYC sangat ramah dengan oligarki beserta kaki tangannya.


