Adam ditemani Hawa dalam memulai kehidupan sebagai sepasang manusia. Status Adam menjad ayah, ketika Hawa juga menjadi ibu. Dalam tulian ini, tidak membahas sejarah panjang umat manusia. Melainkan korelasi peran ayah dan ibu, yang menjadi fundamental dalam berlangsunya kehidupan. Memang tidak dapat dipungkiri, wujud relasi antara ayah dan ibu membuahkan instrumen yang merawat keharmonisan.
Duo maestro musik Indonesia, Iwan Fals dan Ebiet G. Ade, mencatat sejarah pada penghujung 2025. Dua tembang legendaris “Titip Rindu Buat Ayah” dan “Ibu”, dihadirkan kembali dalam proyek musik yang menyajikan nostalgia dan kehangatan keluarga. Kolaborasi besar ini, bukan sebatas menyuguhkan unsur musikalitas yang meleganda. Melainkan juga merangsang emosional dalam merekontruksi dan merawat interpreasti dalam keluarga.
Kolaborasi ini juga merayakan semarak lintas generasi. Aransemen yang menyesuaikan, terdengar seirama dalam lingkup market shere generasi saat ini. Alhasil orang tua dan anak, mendengarkan dan menikmati ltembang yang sama. Momen ini uang menjadi pemantik, tumbuhnya dan menguatnya keharmonisan dalam berkeluarga. Dalam kolaborasi ini, Iwan Fals dan Ebiet G. Ade mengngiatkan bahwa keluarga merupakan tujuan hidup. Memulai dan merasakan keberhasilan atau kegagalan, keluarga selalu menjadi wadah menerima kita dalam kondisi apapun.

