Pasca kunjungan resmi ke Amerika Serikat 28 Oktober lalu, Perdana Menteri Australia, Anthony Albanese menuruni tangga pesawat dengan mengenakan kaos band. Hal ini memicu pimpinan oposisi, Sussan Ley menuduh tidak sensistif terhadap komunitas Yahudi di Australia. Tuduhan tersebut dilontarkan karena Anthony, mengenakan kaos Joy Divison. Pasalnya Joy Division berasal dari istilah novel yang menyinggung kamp Nazi.
Albanese menanggapinya dengan tenang, ia memang dikenal sebagai penggemar musik. Perdana Menteri Australia tersebut, sering memberikan piringan hitam kepada tamu negara. Komunitas besar Yahudi di Autralia pun tidak tersinggung atas persoalan ini. Bahkan media The Betoota Advocate menyoroti dengan tajam. Bahwa tuduhan Sussan Ley tampak tidak relevan, yang berkaitan dengan band posy-punk barusia separuh abad tersebut. (red)
