Bukan Sekedar Tembang Perjuangan, “Darah Juang” Tak Pernah Absen Dari Setiap Aksi Yang Rindu Akan Keadilan
Barita duka menyelimuti dunia musik, para aktivis, hingga mahasiswa/i. Pencipta tembang legendaris “Darah Juang”, Johnsony Maharsak Lumban Tobing. Atau yang dikenal dengan John Tobing, menghembuskan nafas terakhir pada Rabu (25/02/25) petang. Mendiang tutup usia, dengan meninggalkan warisan mahakarya “Darah Juang”. Tembang “Darah Juang”, tentu tidak asing didengarkan. Terutama pada kalangan aktivis dan mahasiswa/i.
Berlangsungnya aksi demonstrasi, acapkali “Darah Juang” didendangkan dengan beramai-ramai. Seakan “Darah Juang” menjadi makna sebuah dedikasi tersendiri bagi mendiang John Tobing. “Darah Juang” mengantarkan bangsa ini menuju reformasi. Bagi aktivis generasi ’98, ini bukan sebatas kabar duka. Melainkan gugurnya sosok aktivis, yang begriu konsisten menjaga idelismenya. (red)
