Skip to content
Long Live Our News
Menu
  • MUSIKPOLIS
  • HANGOVER DEMOCRACY
  • URBANPOLIS
  • INFOGRAFIS
Menu
Header image

FILOSOFI KEBIJAKAN EKONOMI : SEPERTI V-TWIN ENGINE, PISTON EKONOMI BERGERAK DENGAN TORSI YANG SELARAS

Posted on September 14, 2025September 15, 2025 by Metamusika Newsroom

Manuver Purbaya Sangat Presisi, Jika Menjadi Topik Diskusi S1, S2, hingga S3 di Kelas – Kelas Fakultas Ekonomi

Purbaya Yudhi Sadewa, ekonom yang sedang diperbincangkan oleh khalayak. Alumnus Purdue University Indiana tersebut, ditunjuk oleh Prabowo Subianto menahkodai Kementrian Keuangan. Menggantikan Sri Mulayani, yang telah 14 tahun menduduki jabatan sebelumnya. Gaya komunikasi Purbayan sangat lugas dan konkrit. Tentunya apa yang dikatakan Purbaya, mencerminkan kondisi ekonomi yang harus segera diperbaiki. Dalam momen rapat perdana bersama DPR RI, Purbaya berbicara sesuai karakter Purbaya. Apa adanya. “Ekonomi kita dicekik mati”, beberapa kata “dicekik” dilontarkan Purbaya dengan sangat lugas. Purbaya menjelasakan, lemahnya ekonomi saat ini karena dua mesin penggeraknya mati. Mesin moneter dan mesin fiskal. Mesin moneter dibawah kendali Bank Indonesia. Sedangkan mesin fiskal dijalakan Kementrian Keuangan.

Analogi sederhananya seperti V-Twin Engine. Moneter dan fiskal adalah piston pada kedua silinder. Sehingga keduanya bergerak secara kolektif untuk menghasilkan torsi. Artinya, moneter dan fiskal juga bergerak saling melengkapi menjalankan kebijakan ekonomi. V-Twin Engine menjadi mode mesin berkapsitas tinggi yang ideal. Begitu juga letak kemiringan silinder, yang memenfaatkan gravitasi untuk pergerakan piston yang naik-turun.

Hal ini menggambarkan secara konkrit, bahwa secara teknis V-Twin Engine memiliki pola kerja yang serupa dengan kebijakan ekonomi. Moneter dan fiskal, merupakan dua pistonnya. Sedangkan Bank sentral dan Kementrian keuangan, merupakan kedua silindernya. Transmisi energi yang menghasilkan torsi, merupakan hasil dari realisasi kebijakan ekonomi.  

Bagi Purbaya munculnya tagar “Indonesia Gelap”, merupakan kesalahan kita. Bukan karena kita bodoh, melainkan belum berpengalaman mengalami krisis akut. Selaras, lugasnya pembicaraan Purbaya, seketika membuka pandangan kita memahami dasar kebijakan ekonomi. Dari Purbaya kita bisa belajar, kolaborasi menjadi fundamental. Bank Indonesia bersama Kementrian Keuangan, harus satu komando dibawah Presiden. Ego sentris wajib dilenyapkan. Purbaya seakan mendapuk tugas yang berat. Ia wajib memulihkan ekonomi, ditunjang dengan menormalkan ekosistem swasta, agar pembayaran pajak bisa lebih baik. Selebihnya program prioritas pemerintah bisa berjalan. Termasuk Makan Bergizi Gratis.

V-Twin Engine memang memberikan dampak getaran yang cukup keras. Tapi itu merupakan esensinya. Begitu juga kebijakan ekonomi, jika moneter dan fiskal bekerja sangat optimal. Maka getaran yang berupa esensi tersebut, akan terasa pada setiap kelas ekonomi. Sekali lagi, tapi itu esensinya.  

Category: HANGOVER DEMOCRACY

Navigasi pos

← DISTORSI DAN ORASI, DALAM BALUTAN SIMFONI ALA TURSDUST
“O, MY LOVE” KARYA BARU GRRRL GANG, SISIPKAN PESAN ISU FEMISIDA →

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru

  • RESMI DEBUT, PUTRA CHRIS MARTIN UNJUK GIGI DI INDUSTRI MUSIK GLOBAL
  • TELAH MELANGKAH SEPARUH DEKADE, HAZAR RILIS ALBUM PERDANA
  • INDONESIA MENJADI NEGARA PERDANA BLOKIR GROK AI MILIK ELON MUSK
  • JACKASS 5 RESMI TAYANG JUNI 2026
  • BASSIS LED ZEPPELIN LELANG BARANG PRIBADINYA, TERMASUK KOLEKSI IKONIKYANG PENUH SEJARAH

Komentar

Tidak ada komentar untuk ditampilkan.

TEMUKAN PERSPEKTIF TERBAIKMU DI SINI !

Hanya di Musikpolis, sajian berita up to date seputar musik dan ekosistemnya | Jangan ketinggalan dapatkan informasi tentang budaya, teknologi, pendidikan, beserta perkembangan pola hidup hanya di Urabpolis | Bentuk dan tumbuhkan jiwa National Pride kalian bersama Hangover Damocaray

© 2026 Long Live Our News | Powered by Minimalist Blog WordPress Theme