Manuver Purbaya Sangat Presisi, Jika Menjadi Topik Diskusi S1, S2, hingga S3 di Kelas – Kelas Fakultas Ekonomi
Purbaya Yudhi Sadewa, ekonom yang sedang diperbincangkan oleh khalayak. Alumnus Purdue University Indiana tersebut, ditunjuk oleh Prabowo Subianto menahkodai Kementrian Keuangan. Menggantikan Sri Mulayani, yang telah 14 tahun menduduki jabatan sebelumnya. Gaya komunikasi Purbayan sangat lugas dan konkrit. Tentunya apa yang dikatakan Purbaya, mencerminkan kondisi ekonomi yang harus segera diperbaiki. Dalam momen rapat perdana bersama DPR RI, Purbaya berbicara sesuai karakter Purbaya. Apa adanya. “Ekonomi kita dicekik mati”, beberapa kata “dicekik” dilontarkan Purbaya dengan sangat lugas. Purbaya menjelasakan, lemahnya ekonomi saat ini karena dua mesin penggeraknya mati. Mesin moneter dan mesin fiskal. Mesin moneter dibawah kendali Bank Indonesia. Sedangkan mesin fiskal dijalakan Kementrian Keuangan.
Analogi sederhananya seperti V-Twin Engine. Moneter dan fiskal adalah piston pada kedua silinder. Sehingga keduanya bergerak secara kolektif untuk menghasilkan torsi. Artinya, moneter dan fiskal juga bergerak saling melengkapi menjalankan kebijakan ekonomi. V-Twin Engine menjadi mode mesin berkapsitas tinggi yang ideal. Begitu juga letak kemiringan silinder, yang memenfaatkan gravitasi untuk pergerakan piston yang naik-turun.
Hal ini menggambarkan secara konkrit, bahwa secara teknis V-Twin Engine memiliki pola kerja yang serupa dengan kebijakan ekonomi. Moneter dan fiskal, merupakan dua pistonnya. Sedangkan Bank sentral dan Kementrian keuangan, merupakan kedua silindernya. Transmisi energi yang menghasilkan torsi, merupakan hasil dari realisasi kebijakan ekonomi.
Bagi Purbaya munculnya tagar “Indonesia Gelap”, merupakan kesalahan kita. Bukan karena kita bodoh, melainkan belum berpengalaman mengalami krisis akut. Selaras, lugasnya pembicaraan Purbaya, seketika membuka pandangan kita memahami dasar kebijakan ekonomi. Dari Purbaya kita bisa belajar, kolaborasi menjadi fundamental. Bank Indonesia bersama Kementrian Keuangan, harus satu komando dibawah Presiden. Ego sentris wajib dilenyapkan. Purbaya seakan mendapuk tugas yang berat. Ia wajib memulihkan ekonomi, ditunjang dengan menormalkan ekosistem swasta, agar pembayaran pajak bisa lebih baik. Selebihnya program prioritas pemerintah bisa berjalan. Termasuk Makan Bergizi Gratis.
V-Twin Engine memang memberikan dampak getaran yang cukup keras. Tapi itu merupakan esensinya. Begitu juga kebijakan ekonomi, jika moneter dan fiskal bekerja sangat optimal. Maka getaran yang berupa esensi tersebut, akan terasa pada setiap kelas ekonomi. Sekali lagi, tapi itu esensinya.


