Membangun Relasi Emosional Antara Musik Cadas Dengan Wujud Ibadah
Eksplorasi diluar nalar, menjadi sesuatu yang unik bagi band rock asal Solo. Mess in Balance kembali mengudara, bergerak bukan melalui sebatas karya audio. Melainkan sebuah objek, yang memadukan musik dan sesuatu yang holistik. Mess in Balance, merilis sebuah sajadah. Desain sajadah tersebut, terinspirasi visual single mereka, Bring it Back.
Langkah ini menjadi bentuk refleksi. Membawa narasi spiritual tentang jedah. Sebuah upaya menentukan waktunya berteduh, di tengah ingar bingar kehidupan. Merchandise sajadah ini dirilis dalam jumlah terbatas. Dari segi limited edition ini, Mess in Balance juga mengingatkan bahwa kehidupan di dunia hanya terbatas atau sementara. Sajadah menjadi medium untuk bersujud, bahwa hidup juga perlu dirayakan dengan ibadah. (red)
