Skip to content
Long Live Our News
Menu
  • MUSIKPOLIS
  • HANGOVER DEMOCRACY
  • URBANPOLIS
  • INFOGRAFIS
Menu
Header image

BEDA JAVIER, BEDA PRABOWO : OPTIMISME KEBIJAKAN POPULIS YANG EKONOMIS

Posted on Maret 27, 2025Maret 30, 2025 by Metamusika Newsroom

Ekonomi – Pancasilais dan Anarko – Kapitalis, Analoginya Danantara Merupakan Celengan Berbentuk Ayam Bukan Gergaji Mesin

Bukan hanya sekedar omon – omon. Pasca dilantik menjadi presiden, Javier dan Prabowo langsung tancap gas. Tancap gas memulihkan ekonomi. Kedua pemimpin negara tersebut, masing – masing memiliki strategi jitu. Bedanya 100 hari masa kerja Javier merampingkan birokrasi dan kelembagaan lainnya, termasuk badan perpajakan Argentina. Sebaliknya secara progresif, Prabowo menggemukkan jumlah kementrian dalam kabinetnya. Ia optimis dengan bertambahnya lembaga kementrian, maka kinerja akan lebih fokus. Memang fenomena ini menjadi langkah politis, yang memuat dampak ekonomis.

Javier, dikenal sebagai presiden Argentina terpilih. Dengan pemikiran dan sikap yang powerful terhadap anarko – kapitalis. Presiden ber-gaya rambut rock n’ roll (acak-acakan) tersebut, mampu memulihkan krisis ekonomi di Argentina. Javier menggunakan simbolik gergaji mesin dalam upaya efesiensi. Gergaji mesin juga menjadi brand identity politiknya semasa kampanye. 

Hampir dua belas bulan bekerja, Javier mampu menyajikan surplus 1,8 persen untuk APBN Argentina. Prestasinya tidak hanya itu, ia juga semakin gencar memojokkan isu iklim yang disebutnya sebagai “bualan sosialis”. Maka hasil komparasinya terhadap isu tersebut, ia sukses menjinakkan inflasi kronis dalam satu dekade di Argentina.

Setelah melewati 100 hari kerja, Prabowo meresmikan Danantara (Daya Anagata Nusantara). Sebuah kelembagaan baru, ruang geraknya berdasarkan pengelolaan investasi yang berkelanjutan. Danantra hadir untuk kesejahteraan rakyat. Danantara dibentuk guna merekontruksi tata kelola kekayaan bangsa yang lebih baik.

Komitmen dan disiplin, dua pilar ini yang menjadi tajih Danantara sebagai lembaga investasi yang dibanggakan presiden Indonesia ke-8. Skema yang detail dan bermutu terhadap industrialisasi –hilirisasi, juga menjadi jamuan terbaik dari Danantara.

Awal dirilisnya Danantara yang didapuk sebagai instrumen pembangunan nasional tersebut. Belum memberikan angin segar bagi perekonomian Indonesia. IHSG melemah, setelah sehari peresmian Danantara. Begitu juga setelah pengurus Danantara diumumkan, nilai tukar rupiah merosot. Memang butuh  optimistis yang diiringi kesabaran, Danantara akan menjadi lokomotif pembangunan nasional.

Danantara memang bukan seperti gergaji mesin milik Javier. Analoginya Danantara merupakan celengan berbentuk ayam. Akan dikepruk saat lebaran tiba. Ironisnya Danantara masih belum memberikan THR, bagi seluruh rakyat Indonesia. Semoga lebaran tahun depan.


Category: HANGOVER DEMOCRACY

Navigasi pos

← GURU YANG AJARKAN MS WORD DI PAPAN TULIS, AKHIRNYA DAPAT DONASI KOMPUTER
BERJUANG MENEMUKAN HARAPAN, DIBALIK TANTANGAN DAN KETIDAKPASTIAN →

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru

  • RESMI DEBUT, PUTRA CHRIS MARTIN UNJUK GIGI DI INDUSTRI MUSIK GLOBAL
  • TELAH MELANGKAH SEPARUH DEKADE, HAZAR RILIS ALBUM PERDANA
  • INDONESIA MENJADI NEGARA PERDANA BLOKIR GROK AI MILIK ELON MUSK
  • JACKASS 5 RESMI TAYANG JUNI 2026
  • BASSIS LED ZEPPELIN LELANG BARANG PRIBADINYA, TERMASUK KOLEKSI IKONIKYANG PENUH SEJARAH

Komentar

Tidak ada komentar untuk ditampilkan.

TEMUKAN PERSPEKTIF TERBAIKMU DI SINI !

Hanya di Musikpolis, sajian berita up to date seputar musik dan ekosistemnya | Jangan ketinggalan dapatkan informasi tentang budaya, teknologi, pendidikan, beserta perkembangan pola hidup hanya di Urabpolis | Bentuk dan tumbuhkan jiwa National Pride kalian bersama Hangover Damocaray

© 2026 Long Live Our News | Powered by Minimalist Blog WordPress Theme