Bukan sekedar perpaduan budaya Latin. Performa Bad Bunny, dalam gelaran Super Bowl Halftime Show. Lebih dari sekedar sebuah mahakarya. Sangat ideal untuk performa headliner. Identitas budaya Latin, mengeluarkan taringnya dalam performa itu. Performa tersebut, seakan menampar muka Amerika Serikat. Hingga membuat Trump muak. Band Bunny, benar – benar membawa semangat persatuan Amerika. Baik Amerika Utara, Tengah, dan Selatan. Budaya Latin unjuk gigi menenggelamkan superioritas Amerika Serikat. Dalam pertunjukan 13 menit itu, bendera – bendera negara seluruh Benua Amerika berkibar dengan seksama.
Performa Bad Bunny, seakan melucuti kedigdayaan Trump. Atas dasar kekuasaannya yang berani menentang dunia, penculikan presiden Venezuela yang mengabaikan PBB. Menjadi sebuah perbandingan yang tepat. Saat disandingkan dengan aksi panggung Bad Bunny yang sukses menggelorakan “American Dream” yang sesungguhnya. Mimpi yang didapuk atas perjuangan bangsa-bangsa di seluruh Benua Amerika.
Dalam perbandingan tersebut, publik mulai berfikir jernih. Dukungan dan apresiasi atas esensi performa tersebut. Terus tumbuh dari warga Amerika Serikat dan Dunia. Bad Bunny semakin populer, atas karya-karyanya.
Bad Bunny buka politikus ulung, bukan juga pengusaha yang berpengaruh atas kendali ekonomi dunia. Namun ia dapat memusingkan Trump. Membuat kesal, bukan perkara tarif resiprokal. Tetapi aksi nyatanya, yang membuat mata dunia semakin jernih melihat Amerika. Tentunya Bad Bunny, bukan hanya dimusuhi Trump. Tetapi juga kolega – kolega Trump, hingga basis pendukungnya yang mendambahkan MAGA (Make America Great Again).
Popularitas yang dibangun oleh Bad Bunny, bukan dari performanya dalam gelaran Super Bowl Halftime Show kemarin. Melainkan konsistensinya merawat genre musik yang membentuk karakternya. Fondasi aransemen musik yang ia bawakan yakni reggaeton. Serumpun dengan dancehall Jamaika, hip hop Amerika, dan lirik bahasa Spanish yang mempesona. Bad Bunny berhasil membawa genre musik asal kampung halamannya, Puerto Rico, ke panggung internasional.
Reggaeton menjadi pemikat yang utuh, bagi musik dan perjuangan. Ritme perkusi yang begitu magis, mengeluarkan sihirnya dalam perjuangan sosial – politik. Reggaeton berdendang, seakan menjaga irama yang membuat bendera – bendera negara di Benua Amerika bergoyang. Bad Bunny berhasil menjadi suksesor, yang memikat persatuan Amerika. Melalui musik, Bad Banny menyampaikan suara solidaritas di panggung politik. Dibalik performanya itu, seakan mengingatkan bahwa Persatuan untuk negara – negara Amerika telah pulih.

