Khomeini, Putin, Jinping, dan Jong-un, Tidak Ada Nama – Nama Tersebut Dalam Dokumen Jeffrey Epstein
Semakin dibuka, semakin telanjang. Inilah fenomena terbukanya skandal ribuan dokumen Jeffrey Epstein. Publik mulai tertarik untuk menantikan, dokumen yang dibuka secara bertahap. Seperti bom waktu, dokumen – dokumen perlahan dapat diakses. Hingga bomnya meletus, menjelang Pilpres Amerika Serikat. Dokumen skandal Epstein memang menjadi senjata. Senjata utama Trump. Sehingga berhasil mengantarkannya kembali menduduki White House. Dulu dalam kampanyenya, Trump berjanji akan membuka kasus yang melibatkan Epstein.
Trump menghitung secara akurat. Dokumen skandal Epstein, banyak melibatkan tokoh – tokoh Partai Demokrat. Partai yang selalu bersebrangan dengan partainya (Republik). Bill Clinton (Politkus superior Demokrat) yang menjadi target dalam keterbukaan dokumen ini. Walaupun Trump juga memiliki relasi kuat dengan Epstein. Ada beberapa foto Trump bersama Epstein yang dirilis untuk publik. Dalam foto tersebut, mereka tampak bersama menikmati sebuah pesta. Hanya pesta biasa, dengan kerumunan model yang hadir sebagai partisipatif. Karena itu di Amerika.
Betapa gusarnya jika dokumen Epstein terus dibuka. Dunia pun melihat dan menantikan, siapa tokoh – tokoh dari negara lain yang akan terlibat. Keterbukaan secara optimal dokumen Epstein, akan membuat Amerika kehilangan kendali. Ironinya Amerika akan tersandra dengan keterbukaan ini. Dunia tidak akan mempercayai Amerika lagi. Dunia tidak akan percaya Demokrasi ala Amerika. Sekali lagi Amerika akan kehilangan dominasinya.
Momen ini sangat menguntungkan bagi negara – negara dengan sistem partai tunggal. Atau pun negara yang memadukan teokrasi dan demokrasi. Bahkan lebih hebatnya para pemimpin di negara tersebut. Tidak memiliki riwayat komunikasi, atau membangun relasi dekat dengan Epstein. Dunia mulai memahami, ternyata dominasi Amerika tidak sekuat itu.
Bayangkan karena keceribahan ini, Amerika Serikat bubar. Wilayahnya akan menjadi bancaan. Sebelah selatan milik Mexico. Sebelah utara milik Kanada. Kedua negara ini ingin balas dendam. Walaupun dibalik bercandanya Trump, ia berupaya menjadikan Mexico dan Kanada menjadi negara bagian Amerika. Rusia akan kembali mencaplok Alaska. Uni Eropa akan bertekuk lutut untuk Rusia. Korea Utara dan Selatan akan reunifikasi. Tiongkok melangsungkan perdagangannya dengan optimal. Otomatis harga produk apapun bisa terjangkau untuk dunia. Pastinya Iran akan lebih leluasa menertibkan zionis. Tidak ada upeti yang perlu disiapkan oleh negara – negara ke-tiga. Apakah ini yang ditunggu oleh dunia ?
Dokumen Epstein semakin terbuka. Keterbukaan ini juga menjadi bumerang bagi Amerika. Jika semakin terbuka, Demokrasi semakin sukar untuk menyelimutinya. Geliat dalam selimut, siapakah dalang dibalik sandiwara episode buka – bukaan dokumen Epstein. Tujuannya pun juga absurd. Menelanjangi Amerika. Dalam tahap keterbukaan ini, Amerika masih mengenakan underwear. Masih ada tahap – tahap berikutnya. Jika dokumen Epstein terbuka secar penuh. Amerika bisa telanjang bulat. Bugil. Semoga episode yang dinantikan ini, berlangsung setelah lebaran. Agar ibadah puasa Ramadhan tidak tergangggu.


