Skip to content
Long Live Our News
Menu
  • MUSIKPOLIS
  • URBANPOLIS
  • HANGOVER DEMOCRACY
  • INFOGRAFIS
Menu
Header image

11/12 MIRIP SINGAPURA

Posted on Januari 30, 2026Januari 30, 2026 by Metamusika Newsroom

11nya Itu Sidoarjo, Jika Anda Membaca Tulisan Ini

Luas wilayah Singapura 748 km persegi. Sedangkan luas Sidoarjo 714 km persegi. Mirip. Sidoarjo merupakan daerah strategis, penyangga Surabaya. Sedangkan Singapura negara-kota tunggal strategis penyangga Asia Tenggara. Mirip. Dalam lima tahun terakhir, persentase penduduk miskin di Sidoarjo berkurang secara konsisten. Apalagi Singapura jumlah penduduk miskinnya pun terendah se-Asia Tenggara. Hampir mirip. Apa perbedaannya ?. Banyak. Satu diantaranya pendapatan perkapita. Maklum secara administratif, Singapura merupakan negara. Sedangkan Sidoarjo Kabupaten. Kenapa lebih rendah ?, padahal sama – sama wilayah yang ramah investasi (katanya).

Sidoarjo menggoreskan tinta sejarah. Menjadi satu diantara daerah strategis dengan tujuan investasi di Jawa Timur. Menginjak triwulan III tahun 2025. Sidoarjo mampu menyerap investasi senilai 14 Triliun. Naasnya tajuk “Sidoarjo Ramah Investasi”, hanya slogan optimis yang dipampang di baliho – baliho berukuran jumbo. Menjelang hari jadi Sidoarjo ke – 161, makna “investasi“ dijadikan materi tuduhan untuk Bupati Sidoarjo, Soebandi. Ia dilaporkan menyalahkan gunakan investasi. Pelapornya suami Wakil Bupati Sidoarjo. Memang ketidakakuran relasi antara Bupati dan Wakil Bupati Sidoarjo. Telah berangsur beberapa bulan, pasca pelantikan. Secara mayoritas publik di Sidoarjo, tidak menghiraukan problem ini. Toh masyarakat Sidoarjo, sudah terbiasa auto pilot.

Absennya harmonisasi antara Soebandi dan Mimik. Tidak saya bahas mendalam pada tulisan ini. Saya lebih menulis mengenai analisa pertumbuhan dan perkembangan kedepannya. Saya dapat (memprediksi), Sidoarjo akan mirip Singapura. Dalam segala sisi tatanan ekonomi dan sosialnya. Prestasi ini bisa diraih, jika pemudanya berperilaku seperti Ahmad Habib Al – Mutawakil.

Siapa gerangan ?. Ahmad Habib Al-Mutawakil ?. Habib, nama panggilannya. Saya mengenalnya, sebagai pengusaha muda. Sangat muda. Super tawadhu’. Selalu menciptakan ruang komunikasi positif dan optimis. Bayangkan diusianya sebelum mencapai kepala tiga.  Seharusnya ia mampu menunggangi Land Cruisser (walaupun seken). Tetapi dia lebih mengutamakan fungsional mobil. Tidak terkena hujan, pastinya nyaman untuk perjalanan. Baginya tujuan berbisnis, yakni menjaga keseimbangan. Habib tipikal pebisnis yang mengadopsi kapitalis dalam menjalankan sistemnya. Ketika sudah mendapat keuntungan, dia menegakkan sosialis. Begitu terus-menerus, hingga unit bisnisnya tumbuh dan beranak pinak.

Adakalanya bisnisnya pernah kurang menguntungkan. Rugi banyak sekali, untuk standar pengusaha muda. Suatu ketika, setelah lulus dari bangku kuliah. Ia mulai menggeluti komoditi udang dan bandeng. Jalan dua tahun. Tahun pandemi pula. Kehabisan nafas. Setiap bulannya harus menyisihkan dana hingga 200 jutaan. Untuk pakan dan perawatan. Pembelajaran yang dicatat, terlalu besar kapasitasnya. Puluhan ribu ekor, belum tentu menguntungkan saat panen tiba.

Tidak hanya komoditi tambak. Ia juga pernah membangun dan merawat bisnis kuliner. Bedanya dalam bisnis ini bukan kurang menguntungkan. Tetapi beda presepsi dan strategi bisnis. Dengan rekan dalam mengembangkannya. Hikmahnya kembali lagi, sebagai representasi pembelajaran dan koleksi pengalaman.

Saat ini ia masih disibukkan dengan menyusun tesis. Sembari mengembangkan konsorsium usaha garmen dan serumpunnya. Usia perusahaannya pun, kurang lebih dua hingga tiga tahun lebih tua dari usianya. Perannya dalam usaha ini, ia selalu mencari dan memanfaatkan peluang. Selebihnya memotivasi (mengingatkan ibadah) bagi rekan – rekannya.

Perannya mengingatkam saya pada Lee Kuan Yew. Visioner, ramah inovasi, dan tentunya pragmatis. Perusahaan yang ia gerakkan saat ini. Mampu selamat dari ketergantungan. Termasuk penyuplai dan rekan produksi. Yang sebelumnya terlalu nyaman dengan gelombang kemitraan suplai tunggal. Atas tangan dinginnya, ia mentransformasi kemitraan yang kredibel, budaya kerja yang super efesien, tentunya memadukan religiusitas, inovasi, dan kerja keras.

Kembali lagi, ada tambahan nilai kemiripan antara Sidoarjo dan Singapura. Bayangkan jika prinsip berfikir dan bertindak pemuda Sidoarjo seperti Habib. Dalam satu generasi (tiga dekade), Sidoarjo tumbuh dan berkembang, menjadi Kabupaten penyangga terkuat untuk Surabaya. Kita pun bisa berharap. Jika Sidoarjo berhasil membangun pelabuhan (spesialis logistik) di wilayah Utara – Timur. Rasanya mengejar 11/12 mirip Singapura, hanya sejengkal lagi.

Dirgahayu Sidoarjo ke – 167, lupakan kondisi hubungan antara Bupati dan Wabup yang saling sewot. Segera cari dan kenali lebih dekat siapa Ahmad Habib Al-Mutawakil. Saya pastikan, tulisan ini bukan bualan kampanye. Toh, tahun politik masih jauh !

Category: HANGOVER DEMOCRACY

Navigasi pos

← TRAVIS SCOTT UNJUK GIGI DI FILM BARU CHRISTOPHER NOLAN
PERPADUAN KARAKTER VOKAL YANG ABSOLUT, ENAU GANDENG ARI LESMANA DALAM SINGLE BARUNYA →

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru

  • DUKUNGAN MORIL RED HOT CHILLI PEPPERS UNTUK FILM DOKUMENTER MEREKA YANG AKAN RILIS DI NETFLIX
  • SPACE X SIAP LUNCURKAN SATU JUTA SATELIT PUSAT DATA AI BERTENAGA SURYA
  • PERPADUAN KARAKTER VOKAL YANG ABSOLUT, ENAU GANDENG ARI LESMANA DALAM SINGLE BARUNYA
  • 11/12 MIRIP SINGAPURA
  • TRAVIS SCOTT UNJUK GIGI DI FILM BARU CHRISTOPHER NOLAN

Komentar

Tidak ada komentar untuk ditampilkan.

TEMUKAN PERSPEKTIF TERBAIKMU DI SINI !

Hanya di Musikpolis, sajian berita up to date seputar musik dan ekosistemnya | Jangan ketinggalan dapatkan informasi tentang budaya, teknologi, pendidikan, beserta perkembangan pola hidup hanya di Urabpolis | Bentuk dan tumbuhkan jiwa National Pride kalian bersama Hangover Damocaray

© 2026 Long Live Our News | Powered by Minimalist Blog WordPress Theme