Pertemuan Antara Folk, Blues, dan Rock
Musikus asal Kota Gudheg, Umar Haen, kenalkan album keduanya yang bertajuk “Busa Sabun Masuk ke Mata”. Inspirasi tajuk album ini dari baris lirik, tembang pembuka “Sabun”. Umar mendefinsikan perasaan menjalani kehidupan sehari – hari sebagai warga Negara yang budiman. Album ini memuat sepuluh tembang, yang ditulisnya hampir separuh dekade. Tepatnya antara 2021 hingga 2026.
Album ini bukan sebuah pernyataan kritis yang dibalut kesan konvensional. Umar lebih riang menyebutnya sebagai rekaman peristiwa. Ia menulis apa yang dilihatnya, mulai dari sulitnya membayangkan rumah sendiri, yang dituangkan dalam tembang “Kardus”. Adapun satir tentang dinasti politik, dalam tembang “Ketua Partai”. (red)
Category: MUSIKPOLIS
